Manusia Hina Itu lah Yang Paling Mulia…
Sebenernya sudah hampir sebulan lalu, Saya melihat banner2 dari sebuah portal web kristen Indonesia bertebaran. Selidik punya selidik, rupanya mereka (*portal tersebut) mengadakan kontes… Dan mungkin salah satunya tercermin dari postingan Mr. Sura pada 3 postingan terakhirnya. Koment ? Yah saya bikin trek bek ajah, karena saya rasa saya juga punya pendapat untuk setiap postingannya tentang Moral Agama dan Eksistensi beragama itu sendiri.
Ngomong - ngomong masalah agama. Kata yang berasal dari kata a dan gamos dari bahasa latin (*koreksi dikit oms) yang benar artinya tidak kacau. Karena memang sudah default cetak manusia untuk menyembah, menTuhankan sesuatu dan menjadikannya sebagai sebuah pedoman. Dulu, saat jaman purba, orang biasa menari nari untuk memuja Tuhannya. Ada tarian untuk minta hujan, minta kekuatan sebelon perang , dan bahkan meminta gunung supaya nggak ngecroot! Seiring berjalannya waktu terbentuklah agama agama di dunia Ini. Aspek dari terbentuk dan eksistensi agama itu sendiri ada 5 (*kutipan dari wikipedia) Tradisional, Formal, Rasional, Metoda Pendahulu.
Terlepas dari semua itu. Meski saya Kristen, saya tidak menutupi bahwa banyak orang di penjara yang bernama - nama rasul seperti Simon, Markus, Yohanes dan bahkan tidak jarang Orang Ambon (*pile bukan salah satunya) dan Orang Batak, yang menurut saya menjadi mayoritas pemeluk agama kristen itu sendiri sebagai Subjek yang tidak harus dicontoh. Demikian pula dengan kejadian bakar membakar bikin api unggun (*kemping kaleee). Keegoisan, menutupi kebersamaan bahwa kita adalah Mahkluk Tuhan yang paling mulia, sehingga saya sangat suka untuk hadist Nabi Agamaku Agamaku, Agamamu Agamamu. Atau dengan kata lain, elu yah elu… gue yah gue.. Walau di Thailand agama (*sumber televisi, ada yang bisa confirm ?) yang menyatukan 5 agama dalam satu tempat beribadah yang dibedakan dari warna pakaian umat, jemaat yang datang. Mungkin ? Jelas mungkin tapi menurut saya itu masih naif, apalagi di indonesia.
Bukan Agama Apa, Siapa Tuhannya yang paling kuat, kaya dan real, tapi lebih kepada bagaimana kita berbagi kepada sesama. Saat seseorang membantai Agama lain, saat seseorang mencela Agama lain, saat seseorang menilai bahwa Agama dan tidakannya yang paling Mulia, percayalah dia adalah manusia yang paling berdosa!
Matius 22:37
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Matius 22:39
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Setidaknya pada dua Ayat itu saya boleh berdiri meyakini agama Saya saat ini. Meyakini bahwa apa yang kita tabur, itu pula yang kita tuai. Meyakini bahwa Saya ini ada dan pasti ada sebelum saya itu cukup. Ada sesuatu yang Alpha dan Omega, sehingga bisa dipastikan jika kita menggangap diri kita semua Hina dimata Tuhan masing masing, tidak akan ada lagi moroon yang tak jelas di kanan kiri. Atau mungkin mau mencoba seperti salah seorang teman saya yang Atheis,
God ? Why ? Because what you see is what you get, get work and make it done!
Serem kan ? Tapi setidaknya setiap quote yang Saya temui diatas dan ada banyak lagi membuat saya sadar Saya hanya manusia Hina. Tak perlu menghujat kanan kiri, Atau mungkin rajin ke gereja pas pulang angkat tuo.
Menjadikan Indonesia lebih berbudaya, bermoral saya rasa lebih tepat. Dan tidak harus mengikuti orang orang sebelah yang mempunyai keyakinan segede gunung tapi kelakuannya sendiri tidak mencerminkan sikapnya.
Mungkin postingan ini adalah postingan yang paling krusial menurut saya dan yang saya sadari (*nulisnya pas lagi gak mabok soalnya) tidak harus menang dan berdarah darah untuk mendapatkan gelar bahwa Tuhannya atau dia yang paling mulia, karena kemuliaan Tuhan telah ditentukan jauh sebelum kita tahu bahwa kita (manusia) itu hanya sebuah ciptaan.
Tags: agama
“angkat besi” kalee..
overall, nice post, bro.
Sensitif… Tergantung moral pemeluknya dan ini ga bisa digeneralisir. Dibalik setiap muslim/islam garis keras pasti ada yang moderat dan dibalik setiap kristen yang taat pasti ada pengkhianat contohnya si Yudas.
Nice post aniwey
Produktif ya bro… 5 jam 2 tulisan
wah.. hebat lagi mabok bisa nulis postingan…
@Adieska
Mungkin lebih produktip lagi, apabila lagi mabok
duh jadi inget kalo kemaren bolos FA *aheuaheuaheuae*
rasanya gak dimana-mana kok. jadi inget ayatnya “lakum dienukum, waliyadin”. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
Coba klo dipahami secara universal, damai deh negara ini.
kalo ngomong masalah agama jadi agak gmn gitu.. tapi hampir semua agama meyakini bahwa agama yg dipeluknya sekaranglah yg paling bener..
setuju sama rizki, kalo setiap orang gak ngurusin agama orang lain, pasti enak..
untuk itu mari mampir di postingan ini
http://bloggersumut.net/2008/08/acara-17-an-bloggersumut/
supaya menjadi mulia semuanya ???
ditunggu ya ???
abstain aja deh.. masalahnya keyakinan itu hanya ada dalam hati sih… mulut boleh berkata benar, tapi dalam hati kita siapa tahu?
saya yakin nggak ada satupun orang yang tidak berdosa.. walaupun dia taat beribadah…
intinya, saling menghormati, solidaritas dan menyayangi satu sama lain, and tolong menolong diantara sesama penganut agama yang sama dan beda..it`s the greatest way for make our best life
@ Fenny: Pasti bolos FAnya gara-gara Kopdaran kan? Wkwkwkwkwkwk

@ Anak Medan: Masih berrefleksi ya? Ayo bangkit dan memulai postingan baru. Hehehehehehe