Kegagalan Google Yang Tidak Terlalu Gagal.

Sempat mampir tadi sore di ke blog blog seleb Indonesia. Sambil melek2 internet dan berita yang tak kunjung habisnya. Meskipun setiap hari mantengin Social Bookmark yang terus update setiap harinya, tapi lagi lagi itu juga tidak menjadi jaminan orang bisa disebut “geek”.

Anyway, siapa juga yang gak tau google ? Situs search engine terbesar sepanjang abad, atau paling tidak yang paling sukses! Yang selalu menelurkan dan mengasuh setiap situs2 terbesar sepanjang yang ada. Mulai dari youtube tempat nonton video gratis, blogspot tempat blog gratis (*yang sekarang sudah menjadi tong sampah) sampai feed burner tempat unduhan rss website atau blog kita. Setidaknya, dari ketiga website kepunyaan google diatas, mereka menempati urutan 20 website favorite pada negara2 yang internetnya berkembang. Gak percaya ? Silahkan lihat di situs alexa. (*belum termasuk google.cctld setiap negara)

Kapan Google Pernah Gagal ?


Joe Anderson mengatakan Google Pernah melakukan tiga waktu kesalahan dalam sejarah per websitean.

Google Answer, adalah sebuah situs berbayar dimana kita harus merogoh kocek untuk bisa bertanya dan mendapat jawaban dari pakar ahli yang di sudah disediakan. Jelas layanan ini sudah lebih dahulu lahir daripada Yahoo Answer yang nyata nyatanya gratis! Dan benar, seleksi alam pun berbicara tatkala Yahoo Answer berkembang menjadi social networking akhirnya.

Gagal ? Buat Saya nggak tugh… Tapi entah kenapa, google menutup layanan ini. Padahal layanan paid member sudah jelas ada karena kebutuhan pasar yang spesifik. Asumsi Saya Google menutup layanan ini karena, dia kalah malu karena salah masang strategi (*padahal ada adwords gitu logh) atau, Google benar benar ingin membuat network yang benar benar free di dunia internet.

Orkut, Social Network Gagal karena hanya diminati India dan beberapa Negara Amerika Latin.

Awal yang jelas sudah terpancar. Dari segi topik social network, google ingin menyaingi Facebook(*sampe ngebela2in .aspx di pajang) yang jelas sudah mencuri langkah start dan tak akan terganti karena membawa ketenaran Harvard. Setidaknya ada 120,000,000 member yang tergabung dalam Orkut. Jika diasumsikan 60% dari Nilai tersebut adalah SPAMER! Dan 40% Value yang bener2 have fun dan mencari informasidan sudah jelas ada kemungkinan ngeklik, dikalikan dengan $0.3/klik dari adwords. Maka valuenya ……. Masih angka yang fantastic!

Google Video, Layanan Redundant! Tapi tetep punya diminati!Terbukti dengan adanya traffic.

Meski Google memiliki youtube, tapi tetap Google Video tetap dijalankan. Reason ? Asumsi saya masih terletak pada tab search bar google pada opsi video. Alasan yang agak maksa memang. Tapi lagi lagi jika dilihat pada beberapa negara seperti Vietnam dan Denmark. Ini Buktinya

Intinya, google market kaya yang gak usah dikomentarin, mau sampe bebuih juga, kalau tetap dia ngejawab “Maaf rahasia perusahaan” mau ngemeng apa coba elu ?

=)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =))

Tags: , , ,

6 Responses to “Kegagalan Google Yang Tidak Terlalu Gagal.”

  1. nich says:

    ampun dah.. emang lah kalau udah jadi raksasa kaya’ Google, mau gimana juga.. gak ada matinya.

    konsep free-free itu lho yang bikin gemes.
    tapi walaupun Google Answer termasuk kategori berbayar, kaya’nya emang bisa dibilang “gak gagal-gagal amat”

  2. jimmy says:

    sehebat2nya google pasti ada yang gagalnya juga ya

  3. Adieska says:

    Ada satu lagi google yang gagal, yaitu google cendekia atau apa tuh namanya kalo in english. Mosok isinya cuma abstrak2 penelitian aja. Trus kalo mau dapet full textnya eh diarahin ke situs2 penyedia jurnal berbayar :D

  4. wira says:

    sehebat-hebatnya om gugel, pasti ada kekurangannya, tapi kayaknya kekurangan gugel gada artinya dibanding kesuksesannya :D

  5. Wahyu says:

    Risetnya kurang mendalam tuh om google…

  6. Jagoan Medan says:

    @nich
    emberr…

    @jimmy
    iya kayaknya oms :)

    @adieska
    yah bukan berarti sesuatu yang free selamanya free kan ? :)

    @Wira
    sepertinya gitu

    @wahyu
    masalah cara berpikir kompetitor aja kayaknya OM

Leave a Reply