Menghibur hati setelah dibanned google….
Hmm… sering banget ngeliat filem anak - anak SMA di tivi2… Tadi malam ngeliat film di SCTV. Hmm… kayaknya seringan di SCTV juga kali yee… Filem yang berjudul 17 Syarat Mencari Cinta kemaren ditayangkan seputar kehidupan anak SMA. Agak gak masuk akal memang, karena disana dikisahkan kehidupan cewek cantik anak orang kaya nan cantik jelita, memilih seorang tukang koran yang ganteng dengan notabenenya temen sewaktu kecilnya. Hehehe….
Terus hubungannya sama postingan ini ?
Nggak ada see.. Cuman jujur seneng aja masih suka sama film2 yang kalau dibilang Temen si FILM BODOH. Film yang masih memimpikan something yang unbelieveble. Tapi yahh, kayaknya sutrada Indonesia tau koq gimana animo dan keinginan masyarakat Indonesia yang senang dengan kata angan- angan. Atau mungkin bisa dikatakan sebagian masyarakat Indonesia masih senang menonton Film2 orang kaya yang happy ending. Seorang cowok atau cewek yang susah menjalin kasih dengan seorang cowok atau cewek yang kaya. Dan selalu happy ending. Mungkin saja ….
Tidak seperti FILM Tante R.Hakim waktu itu yang berjudul “Daun Di atas Bantal” yang sarat dengan kontroversi kisah nyata anak jalanan di jakarta. Atau seperti FILM mancanegara seperti “FOREST GUMP” yang menceritakan anak cacat yang memiliki HOKY yang sangat tinggi dan mengesankan. Dari seorang yang cacat kakinya, menjadi seorang yang jago di lapangan AMERICAN FOOTBALL karena larinya yang cepat. Dan dikisahkan difilm ini, karena kakinya yang cepat juga dia berhasil menjadi seorang prajurit USA yang selamat dari perang VIETNAM … Masih segar dari ingatan kepala Saya.
Teringat juga akan film mancanegara lainnya “CON AIR” dengan OST yang dinyanyikan oleh Trisha Yearwood dengan title “HOW DO I LIVE”. Hmm… Dan lagi lagi… masih harus diakui warna perfilman Indonesia masih kalah jauh dengan HOLYWOOD punya barang. Kalah ? Yakin ? Ya iya lah… Masak ya iya dong… hehehe ![]()
Tapi terakhir sempet mikir. Kalau tiap hari konsumsi masyarakat kebanyakan akan film2 nya kayak gini… akan menjadi sebuah acuan yang mungkin menuju pada dua arah.
Arah positif :
1. Memicu untuk kembali bekerja keras
kayak gue, setelah nonton film2 diatas kayaknya pengen jadi orang kaya dan semangat buat coding atau sekedar memicu otak untuk membuat something.
2. Bermimpi dan meniru menjadi orang baik.
Karena mayoritas dari film2 yang ada sekarang adalah orang orang kaya, maka bisa dipastikan kalau Saya yang orang miskin ini berminat memiliki nasib seperti orang miskin yang bertemu cewek cantik, anak tunggal dari seorang kaya raya yang sedang sakit2an**wkwkwkwkwkwk**. Nggak ada sesuatu yang nggak mungkin kan di dunia ini ? Tapi setidaknya pasti ada kemungkinan itu memicu otak untuk berangan dan mencoba melakukannya.
Arah negatif :
1. Makin banyak orang yang cari shortcut
Iya shortcut untuk sampe ke tujuan yang diciptakan. Tujuannya jelas pengen jadi orang kaya. Tapi konklusi yang diambil hanya kaya itu enak. Pasti punya something yang menjadikan dia mempunyai prestige melebihi orang miskin pastinya. Terus cari cara gimana supaya cari kaya dengan cara cepet. Karena itulah banyak orang suka maen lotere, TOGEL dsb ![]()
2. Terbuai dan hanya terbuai
Tadi gue dengerin SMART FM, dia ngomong, kalau kita mempunyai mimpi, itu masih sama dengan nol. Tidak mempunyai Value, tidak memiliki harga atau pemicu dalam menjadikan kita sesuai dengan mimpi kita. Dengan kata lain, mimpi lain dengan angan - angan. Dikatakan sesuatu menjadi mimpi adalah saat kita terus berfikir tentang angan - angan, membuat target, dan mengatur step yang diambil atas langkah kita itu. Walhasil banyak orang yang cukup puas dengan keadaan sekarang dan hanya terbuai dengan angan - angannya masing masing. Dan bukan tidak mungkin ini membawa seseorang untuk membawanya kepada hal no.1 kan ?
Masih itu aja see yang kepikir, untuk dampak negatif dan positifnya dari film2 Indonesia. Secara gue bukan seorang ahli dan tidak mempunyai gelar yang bisa dipercaya. Jadi anggap aja ini hanya analisa dari seorang anak medan ![]()
Lantas kalau udah beranalisa ada usul ?
Hmm.. kalau usul yah jelas ada. Tiap orang pasti punya talentanya masing2 dan berkeinginan mewujudkan sesuatu dari cara berfikirnya masing2 pula. Dari masing masing mimpi yang dianalisa lewat pemikiran dan tingkat penalarannya masing masing, bisa jadi dia mencapai mimpinya atau mencapai keinginannya. Tapi bukan tidak mungkin akan mencapai keberhasilan yang tertunda bukan ?
hehehe…. Anyway, buat gue negh, masih ada sebersit kekuasaan yang nggak bisa digambarkan atau diprediksikan. Gue, loe, Nyokap atau mungkin Bonyok loe nggak bakalan tau, karena yang jelas. Takdir, Rencana, Garisan dari Tuhan itu masih berlaku! Dalam analogi Saya tentunya.
siapa yang jadi pembicara di SMART FM ?