Pengemis, Pengamen, Anak Jalanan. Seputar RPD JAKARTA.
Jakarta bebas pegemis, pedagang asongan, pedagang kaki lima, dan para pengamen,” begitu inti isi Rancangan Peraturan Daerah Ketertiban Umum yang berisi 101 larangan yang kini sedang digodog DPRD DKI Jakarta seperti diberitakan Kompas (12 September 2007). Salah satu larangan yang dianggap sangat diskriminatif ialah warga dilarang memberi sedekah kepada pengemis di jalanan. Pemerintah semestinya melindungi orang miskin.
Kemaren sempet denger dan memang mau nulis disini tentang peraturan ini. Tapi baru sempet sekarang ini juga dipaksa paksain
. Oke, just check this out!
Kontradiksi Real and Unreal, kenyataan dilapangan.
Yup…. Secara pribadi sekarnag di Medan dan mungkin bakalan terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Anak jalanan dan Gembel serta Pengamen jalanan semakin semarak dan semakin banyak. Yang lebih parah.
- Anak anak jalanan sekarnag dikoordinir oleh sekelompok atau pribadi perseorangan yang bertujuan emang bener bener untuk cari duit dari belas kasihan anak anak jalanan yang disuruh disana. Dan beberapa panti asuhan pun memakai cara diatas. Saya gak ngomong bullshit karena saya dolo kerja di perusahaan kacrut jadinya pernah ngikut ke jalanan ambil satu dan beberapa info.
- Anak - anak dikasih baju sekolah untuk turun ke jalanan. ngaku2 maknya sakit atau belon beli buku dsb.
Dimana kontradiksinya ?
Sampai sekarang. Saya gak bisa ngebedain mana yang pengemis, anak jalanan, orang susah yang bener bener asli dan mereka mereka yang fake. Fake maskute ? Fake dalam artian mereka masih bisa bekerja tapi memang di males malesin dan menjadikan Face yang dikotor - kotorin, baju di robek robekin atau kaki yang dilipet dan di iket biar keliatan bener bener puntung dan mereka yang bener bener butuh makan dan kebutuhan sehari hari.
Bingung kan ?
Jalan jalan lewat google and dapet satu blog yang cerita tentang ini,
Bye Pengemis dan Gelandangan, Wellcome Begal dan Perampok . Penulisnya ibu dari 4 anak.
Dari segi cerita beliau bener bener pengen baek dan menyesalkan tentang peraturan yang ada disana. Tapi setelah ditilik beliau juga menyesalkan masalah tentang pemerintah yang gak kasih solving problem yang cathcy n funky.
Lingkaran Setan.
Jelas jelas memang gak ada yang bisa disalahkan seratus persen seperti bagaimana yang terlihat pada ayam dan telor. mana yang lebih dulu menjadi pemicu gelandangan dan anjal (anak jalanan) bertambah di indonesia. Tapi setidaknya kita tahu in many case, pemerintah yang bisa memoderasi apa yang ada di Indonesia kita tercinta ini. Bingung ?
Namun untuk beberapa kemungkinan. Jika di terbitkanya RPD nanti, maka Salah satu sinetron ramadhan di RCTI, AISYAH.
gak bakalan bisa tayang lagi.
mau tau kenapa ? nanti gua posting kapan kapan
can u share about your experience for children in indonesia!
Thanx for come to my blog Mr.Joko. And actually i cant understand for what you mean about your question. Thanx.