Bahasa pada blog menunjukkan kasta…
Dan semua yang ada sebenernya udah pernah ada. Bahkan pernah (mungkin = pasti) terpikirkan oleh orang orang sebelum mu.
Pagi ( jam 1 udah pagi kan yak ? ) tadi jalan jalan ke bloger2 tekenal Indonesia. Well… dengan bahasa khas IT PROFESIONAL dan PROPORSIONAL yang bikin abis baca tanda titik baca sekali dua kali lagi
. Dan tepat pada 5 menit yang lalu ada Kawan yang kasih koment dan langsung nyamperin via YM. Gini katanya,
Tapi say, anakmedan.org nya gk bisa agak dibikin lebih sopan lg itu? kek tulisan setan dari langit ketujuh kutengok
Teringat juga akan tulisan seorang Kawan di sana.
Jadi?
Kalau memang jiwa raga sehat, otak masih mampu belajar hal baru dan beneran kepingin belajar ngeblog, ga perlu takut sama yang namanya kritik. Sekali lagi, berani menyatakan pendapat berarti anda harus berani untuk mendengarkan pendapat orang. Dan pendapat mereka bisa jadi sangat berlawanan dengan pendapat anda. Jadikan saja blog sebagai sarana pembelajaran untuk melatih apresiasi terhadap perbedaan, belajar untuk beda pendapat tanpa saling hujat ataupun pemaksakan pendapat.
Selamat menulis!
dan dari tulisan Batak Gila pun,
“Batinku terus berontak selama menulis di koran. Terlalu banyak kebohongan dan kepentingan ….”
Sudah dapet konklusinya Boss ?
Jadi Ogutz pikir ( pake otak, setidaknya punya ku ) kalau masih bisa menulis yahh pakai gaya sendiri.
Secara pribadi bukan gak bisa Ogutz menulis dengan gaya bahasa yang menyanjung hati menyayat kalbu menyentak jiwa dan sebagainya.
Tapi setidaknya, walaupun gak ada link back kesini, walau gak ada income dari adsense, walau kesannya gaptek tolol dan sebagainya yahh menulis adalah menulis. Seperti OgutZ comment juga tadi di wadehel,
Malu ? Mungkin ada sedikit. tapi lebih malu lagi kalau maen copas. Ya… ya… ya… Lebih malu lagi kalau gak nulis karena takut malu
Kesan sekarang manusia tidak berbicara lagi memang sudah hilang. Ini bukan jaman ORDE BAROE. Ini juga bukan jaman REFORMASI ( yang tak jelas ujung dan klarifikasi kacrut didalamnya ) dan ini bukan masalah ingin dan tidaknya menjadi seorang dan seseorang. Ini lebih di karyakan untuk sendiri, sukur sukur bisa menjadi berkat dan pencerahan untuk yang lain
. Karena tulisan sama seperti gambar diri. Uraian dari cara pikir dan apa yang dirasakan lewat kecapan perasaan dan mengalir lewat ketikan hina sebuah jari yang ada ![]()
Terus lah semua menulis kawan kawan. Toh begitu banyak yang harus dipelajari dari apa yang kita tahu. Karena dari apa yang kita tahu, yang dari tulisan itu, secara spesifik dari cyber kacrut medan ini. Pastinya harus bisa menjadi pertimbangan. GAK SENANG ?? Silahkan tinggalkan comment dan kita bersenang - senang ![]()
Your Ads Here!
Related Post
- Someday will know …
- Mungkin aq akan teta...
- Hello world!
- Yup.. Sudah lazim da...
- Sumpah Pemuda, MANA EKPRESIINYAAA ??!!!
- Yup, anggep aja ini ...
- Si Cantik Marshanda Overdosis ?
- Ditengah hari kartin...
- Indonesia dan Pembajakan
- Uit... Ketemu lag...


Wellcome to another of my dream homes. There are so much want i read, there are so much want i gave, but they dont allow me and the world never changin



August 19th, 2007 at 2:47 pm
sebentar2…”KASTA” di sini maksudnya apa ya?
mungkin sy lebih setuju dg istilah KOMUNITAS….
kalo KASTA rasanya ada tingkat2 / level2 yang menunjukan BAWAH dan ATAS……
kalo KOMUNITAS memang blogger2 yg ada ini terkelompok di berbagai macam komunitas, dan tidak menutup kemungkinan komunitas yang satu membaur dg yg lainnya…..
sy setuju bgt kalo bahasa yg di pakai oleh seseorang di blog, adalah ekspresi atau cerminan si empunya blog…lebih dapat mengungkapkan kejujuran dari pada JA’IM….
nah…untuk itu…saya suka sekali dg gaya bahasanya BANG MAMAT yg menunjukan kepribadian yg tidak ja’im…
(halah…baru kenal kho komennya panjuang benerrrrrrrrrrrr…..ya?) jd kapan makan2? heuheuheu
August 21st, 2007 at 4:35 pm
nah, yg bagian terakhir tuh yg gw suka *mari bersenang-senang*. Wong orang nge-blog buat curahin pikiran kok. Jadi kalo ga bisa memakai kata hati/pikiran, yaahhh sangat disayangkan. Peduli setan, tul ga bozz?
gw jg kadang nge-blog ada yg kasar, ada yang halus, kadang juga ada yang jayuz…beberapa cuma gw yg ngerti hahaha
Kita dah Merdeka (dengan aturan) kok
stuju…
August 21st, 2007 at 4:36 pm
btw dulu gw pernah hampir pake template ini..tp yg warna merahnya…hehe
August 21st, 2007 at 11:13 pm
@ Nilla,
Hehehehe.. makacih udah mampir, Kasta dan Komunitas. Sebelas, Dua belas itu mah… Cuman intinya tetep ajah ngeblooggsss
@gerry
Nahh itu… kadang gua sering ngomong sendiri, ketawa sendiri. Di mana - mana… tapi itu bagian dari citra diri koq… Kalau orang bisa merem untuk meredam amarah, Ogut gak bisa.
Thanx udah mampir yaks…
August 24th, 2007 at 2:00 am
aku setuju ama mbak nila, sepertinya yg membedakan bukan tingkatan kasta deh…
oke, keep writing ya
August 25th, 2007 at 11:08 pm
“Kasta” kasat mata kalau Ogut Liat se Mbak
tapi itu juga kembali kepada intermezo dari intro dia untuk ngeblog 
June 10th, 2008 at 1:21 pm
Akhirnya Kasta Brahmana berkunjung ke blog ini. Cheers bro